Rabu, 07 Januari 2015

TERJEBAK


                Bayangkan, kau bangun dengan memiliki talenta yang sebuah hebat. Kau memiliki semua talenta. Ulangan fisika yang sesulit apapun kau dapat seratus. Pelajaran seni melukis yang kau tak bisa hari kemarin, ternyata mendapat seratus. Olahraga laripun yang hampir membuatmu sekarat, ternyata kau juga dapat seratus.
                Selain talenta, engkau juga menjadi orang yang sangat kaya raya. Uangmu berlimpah dan tak akan habis sampai dunia kiamat. Anakmu hidup bahagia. Rejeki sangat banyak sehingga tak bisa dihiutng jumlahnya. Apakah kau menjadi orang seperti ini?
                Mungkin ini aneh. Tapi, itu yang terjadi pada diriku. Sekarang, aku memiliki kekuatan super natural itu dengan kekayaan tak terhitung nilainya. Ini dia kisahku hari ini, mulai dari pagi hari sampai malam hari, aku menulis kisah ini.
                Saat aku bangun pagi, aku bangun dengan hidangkan cheeseburger dengan campuran daging kobe dan jamur truffle diatasnya. Hmm.., enak sekali rasanya bisa menikmati makanan itu. Padahal, kemarin aku hanya seorang manusia yang setiap pagi, makan nasi dan tempe orek.
                Setelah makan, aku bisa mandi di bathtub yang dilapisi emas. Air hangat sudah disiapkan oleh pembantu yang jumlahnya tak berhitung. Tinggal jalan dan masuk ke dalam bathub. Itu yang hanya kulakukan untuk hari ini. Lalu dari bathtub itu, aku bisa melihat pemandangan indah di luar sana lewat kaca satu arah. Sungguh menyenangkan dan mengasyikkan.
                Beberapa jam kemudian, aku hanya tinggal jalan ke sekolah internasional yang terkenal dengan murid-murid kelas kakap. Aku tak usaha membawa apa-apa, karena ada supir dan pembantu yang membawa tasku hingga ke dalam kelas. Meski hanya berjarak 2 menit dari rumah, aku tetap naik mobil mewah yang dikendarai supir. Kalau mobil rusak, maka supir dan beberapa pembantu menggendongku.
                Saat masuk sekolah, aku langsung dihormati bagaikan presiden. Murid-murid disana memang mengenal aku sebagai manusia muti talenta. Bisa bernyanyi, bisa bermain olahraga, dan pintar di segala bidang pelajaran. Aku selalu rangking pertama di satu angakatan selama 4 tahun berturut-turut. Jadi, mereka tak berani melawanku atau menghinaku.
                Siangnya, aku minta izin keluar sekolah. Dengan mudah, aku langsung keluar tak perlu surat izin yang ribet-ribet. Aku harus keluar karena mengikuti pertandingan badminton se-provinsi yang berada di dekat sekolah. Memang, lokasi sekolahku sangat strategis dan tak usah pergi jauh kemana-mana.
                Sampai disana, aku hanya melakukan pemanasan tanpa latihan. Badanku sudah siap untuk bermain. Lawanku katanya hebat. Tapi dia tak bisa menandingi diriku yang jauh lebih hebat darinya. Aku sudah tahu, bahwa dia akan kalah.
                Saat aku masuk lapangan, semua orang berteriak memanggil namaku. Mereka adalah fans setiaku yang jumlahnya tak terhitung. Mereka tahu bahwa aku akan selalu menang. Tak usah lomba provinsi, lomba nasionalpun aku memang juaranya.
                Setelah menunggu beberapa lama, pertandingan badminton dimulai. Aku bermain dengan santai dan relaks. Musuhku bermatian-matian mengejar shuttlecock yang hanya tinggal ku smash dengan mudah. Melawannya, keringatku hanya keluar sedikit.
                Akhirnya, pertandinganku menangi dengan mudah. Muncul angka 21-4, 21-3 di depan layar yang menunjukan kehebatanku melawannya. Fans-fansku berteriak dari luar lapangan. Aku hanya membalas senyuman dan membungkukan badan untuk menghormati mereka. Lalu, aku pergi meninggalkan lapangan untuk pergi ke pesta temanku di hotel mewah malam harinya.
                Malam hari, aku sudah tiba menuju pesta sweet seventeen temanku yang berada di hotel mewah di dekat rumahku. Aku diantar menggunakan mobil mewah. Aku menggunakan jas yang dibuat perancang terkenal, yang harganya berpuluh-puluh juta. Melihatnya, aku sangat bangga dengan diriku.
                Saat aku masuk ruangan, semua orang – orang mendekati diriku. Mereka takjub dengan diriku. Mereka terpesona melihat kegantengan diriku. Tetapi, aku tak memedulikan mereka. Mataku hanya tertuju kepada satu wanita cantik di atas tangga yang menuggu kehadiranku. Ia adalah pacarku.
                Ia sangat cantik. Kulitnya sangat putih dan matanya sangat indah. Itu merupakan pandangan pertama ku melihatnya. Ia bagaikan model cantik top dunia. Mimpinya akan semakin menjadi kenyataan bila ia menikah denganku. Karena kekayaanku, bisa membuatnya terkenal. Betul, kan?
                Kami menari di lantai dua sendirian. Yang lain, menemani kami di lantai satu. Mereka tak ada yang berani naik ke atas. Takut dipukul oleh bodyguardku yang sudah menungguku untuk menari dari tadi.
                Hari sudah sangat malam, pacarku letih sehingga aku mengantarnya pulang. Setelah ia pulang, gilaran aku yang pulang dan kembali ke rumah serba mewah itu. Tak dapat dipungkiri, aku memang tajir!
                Karena aku belum mengantuk, aku memutuskan kembali untuk mandi dengan air panas. Setelah mandi, aku memakai piyama yang ku beli di Paris seharga 1.5 juta. Lalu, aku tidur nyenak di kasur yang berbahan sutra sambil memikirkan hari esok yang past jauh lebih seru dari hari ini.
                Itu dia ceritaku. Cerita hari ini, yang pasti membuatmu iri,bukan? Aku berharap tidak. Ingatkah pada peribahasa “Tak ada gading yang tak retak” Peribahasa itu berarti, bahwa manusia selalu memiliki kelemahan masing-masing sama seperti diriku.
                Satu kelemahanku adalah cerita tadi hanyalah imajinasiku. Sebenarnya, realita berbanding 90 derajat dengan imajinasi. Aku hanya manusia biasa yang kurang berbakat dalam segala hal, tidak kaya, dan wanita idamanku sudah dimiliki orang lain.
                Dan hasilnya, satu setengah halaman kisah ini hanya memiliki 1 maksud yaitu Terjebak dalam Imajinasi. Aku terjebak.

TAMAT

Tidak ada komentar: