Bayangkan, kau bangun dengan memiliki talenta yang sebuah
hebat. Kau memiliki semua talenta. Ulangan fisika yang sesulit apapun kau dapat
seratus. Pelajaran seni melukis yang kau tak bisa hari kemarin, ternyata
mendapat seratus. Olahraga laripun yang hampir membuatmu sekarat, ternyata kau
juga dapat seratus.
Selain
talenta, engkau juga menjadi orang yang sangat kaya raya. Uangmu berlimpah dan
tak akan habis sampai dunia kiamat. Anakmu hidup bahagia. Rejeki sangat banyak
sehingga tak bisa dihiutng jumlahnya. Apakah kau menjadi orang seperti ini?
Mungkin
ini aneh. Tapi, itu yang terjadi pada diriku. Sekarang, aku memiliki kekuatan
super natural itu dengan kekayaan tak terhitung nilainya. Ini dia kisahku hari
ini, mulai dari pagi hari sampai malam hari, aku menulis kisah ini.
Saat
aku bangun pagi, aku bangun dengan hidangkan cheeseburger dengan campuran daging kobe dan jamur truffle diatasnya. Hmm.., enak sekali rasanya bisa menikmati
makanan itu. Padahal, kemarin aku hanya seorang manusia yang setiap pagi, makan
nasi dan tempe orek.
Setelah
makan, aku bisa mandi di bathtub yang
dilapisi emas. Air hangat sudah disiapkan oleh pembantu yang jumlahnya tak
berhitung. Tinggal jalan dan masuk ke dalam bathub.
Itu yang hanya kulakukan untuk hari ini. Lalu dari bathtub itu, aku bisa melihat pemandangan indah di luar sana lewat
kaca satu arah. Sungguh menyenangkan dan mengasyikkan.
Beberapa
jam kemudian, aku hanya tinggal jalan ke sekolah internasional yang terkenal
dengan murid-murid kelas kakap. Aku tak usaha membawa apa-apa, karena ada supir
dan pembantu yang membawa tasku hingga ke dalam kelas. Meski hanya berjarak 2
menit dari rumah, aku tetap naik mobil mewah yang dikendarai supir. Kalau mobil
rusak, maka supir dan beberapa pembantu menggendongku.
Saat
masuk sekolah, aku langsung dihormati bagaikan presiden. Murid-murid disana
memang mengenal aku sebagai manusia muti talenta. Bisa bernyanyi, bisa bermain
olahraga, dan pintar di segala bidang pelajaran. Aku selalu rangking pertama di
satu angakatan selama 4 tahun berturut-turut. Jadi, mereka tak berani melawanku
atau menghinaku.
Siangnya,
aku minta izin keluar sekolah. Dengan mudah, aku langsung keluar tak perlu
surat izin yang ribet-ribet. Aku harus keluar karena mengikuti pertandingan
badminton se-provinsi yang berada di dekat sekolah. Memang, lokasi sekolahku
sangat strategis dan tak usah pergi jauh kemana-mana.
Sampai
disana, aku hanya melakukan pemanasan tanpa latihan. Badanku sudah siap untuk
bermain. Lawanku katanya hebat. Tapi dia tak bisa menandingi diriku yang jauh
lebih hebat darinya. Aku sudah tahu, bahwa dia akan kalah.
Saat
aku masuk lapangan, semua orang berteriak memanggil namaku. Mereka adalah fans setiaku yang jumlahnya tak terhitung.
Mereka tahu bahwa aku akan selalu menang. Tak usah lomba provinsi, lomba
nasionalpun aku memang juaranya.
Setelah
menunggu beberapa lama, pertandingan badminton dimulai. Aku bermain dengan
santai dan relaks. Musuhku bermatian-matian mengejar shuttlecock yang hanya tinggal ku smash dengan mudah. Melawannya,
keringatku hanya keluar sedikit.
Akhirnya,
pertandinganku menangi dengan mudah. Muncul angka 21-4, 21-3 di depan layar
yang menunjukan kehebatanku melawannya. Fans-fansku
berteriak dari luar lapangan. Aku hanya membalas senyuman dan membungkukan
badan untuk menghormati mereka. Lalu, aku pergi meninggalkan lapangan untuk
pergi ke pesta temanku di hotel mewah malam harinya.
Malam
hari, aku sudah tiba menuju pesta sweet
seventeen temanku yang berada di hotel mewah di dekat rumahku. Aku diantar
menggunakan mobil mewah. Aku menggunakan jas yang dibuat perancang terkenal,
yang harganya berpuluh-puluh juta. Melihatnya, aku sangat bangga dengan diriku.
Saat
aku masuk ruangan, semua orang – orang mendekati diriku. Mereka takjub dengan
diriku. Mereka terpesona melihat kegantengan diriku. Tetapi, aku tak
memedulikan mereka. Mataku hanya tertuju kepada satu wanita cantik di atas
tangga yang menuggu kehadiranku. Ia adalah pacarku.
Ia
sangat cantik. Kulitnya sangat putih dan matanya sangat indah. Itu merupakan
pandangan pertama ku melihatnya. Ia bagaikan model cantik top dunia. Mimpinya akan
semakin menjadi kenyataan bila ia menikah denganku. Karena kekayaanku, bisa
membuatnya terkenal. Betul, kan?
Kami
menari di lantai dua sendirian. Yang lain, menemani kami di lantai satu. Mereka
tak ada yang berani naik ke atas. Takut dipukul oleh bodyguardku yang sudah menungguku untuk menari dari tadi.
Hari
sudah sangat malam, pacarku letih sehingga aku mengantarnya pulang. Setelah ia
pulang, gilaran aku yang pulang dan kembali ke rumah serba mewah itu. Tak dapat
dipungkiri, aku memang tajir!
Karena
aku belum mengantuk, aku memutuskan kembali untuk mandi dengan air panas. Setelah
mandi, aku memakai piyama yang ku beli di Paris seharga 1.5 juta. Lalu, aku
tidur nyenak di kasur yang berbahan sutra sambil memikirkan hari esok yang past
jauh lebih seru dari hari ini.
Itu dia
ceritaku. Cerita hari ini, yang pasti membuatmu iri,bukan? Aku berharap tidak.
Ingatkah pada peribahasa “Tak ada gading yang tak retak” Peribahasa itu
berarti, bahwa manusia selalu memiliki kelemahan masing-masing sama seperti
diriku.
Satu
kelemahanku adalah cerita tadi hanyalah imajinasiku. Sebenarnya, realita
berbanding 90 derajat dengan imajinasi. Aku hanya manusia biasa yang kurang
berbakat dalam segala hal, tidak kaya, dan wanita idamanku sudah dimiliki orang
lain.
Dan
hasilnya, satu setengah halaman kisah ini hanya memiliki 1 maksud yaitu Terjebak
dalam Imajinasi. Aku terjebak.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar